Jumat, 06 Agustus 2010

Remidial Listrik

1. Apa yang di,maksud 3 phase/380V dalam ilmu perlistrikan.?

Jawaban 

 Yang dimaksud 3 phase/380 V dalam ilmu pelistrikan tegangan listrik adalah tegangan listrik AC sebesar 380 V, yang mempunyai 3 phase tegangan. Sebut saja , tegangan phase 1 = R, tegangan phase 2 = S dan tegangan phase 3 = T

Tegangan sebesar 380 V tersebut adalah beda tegangan antar phase, baik tegangan R terhadap tegangan S, tegangan S terhadap tegangan T maupun tegangan R terhadap T,.
Jika tegangan R, S maupun T diukur dengan Volt meter terhadap 0, maka beda tegangan nya adalah 220 V.
Mengapa tegangan antar phase sebesar 380 V, penjelasan adalah sebagai berikut :
Tegangan AC bisa digambarkan sebagai gamabar grafik sinusoidal/ fungssi sinus tegangan V terhadap waktu t ( detik ).
Fungsi tegangan terhadap waktu adalah ; V = Vmax sin Wt, W dibaca omega , dimana W = 2. pi. f ,
f : adalah frekuensi tegangan AC
Satu perioda gelombang sinusoidal adalah 1 panjang gelombang yang terdiri dari 2 amplitudo atau fungsi sinus 0 sampai 2 pi rad.
3 phase dalam 1 perioda , berarti ada 3 gelombang sinus dalam satu perioda atau 2 pi dibagi 6 amplitudo atau pi/3 radian.
pi/3 radian ini yang disebut beda phase antara R dan S , S dan T
Untuk membuktikan pi/3 adalah beda phase nya
Kita buat grafik fungsi sinus tegangan R (VR), terhadap waktu t dan dan grafik fungsi sinus tegangan S (VS) terhadap waktu t dimulai dari titik 0
VR = Vmax sin (W.t + 1/3 pi ), VS = Vmax sin W.t , Vmax = 220 V
titik temu ke dua garfik tersebut dicapai : VR = VS
Vmax sin ( W.t + 1/3 pi ) = Vmax. sin W.t
sin W.t . cos 1/3 pi + cos W.t . sin 1/3 pi = sin W.t
1/2 sin Wt + 1/2. 3^(1/2) . cos W.t = sin W.t
1/2. 3*(1/2) cos W.t = 1/2 sin W.t
tan W.t = 3^(1/2) -----> W.t = 60 *
Beda tegangan antara R dan S adalah super posisi 2 gelombang tegangan, tegangan di titik tersebut :
V(RS) = VR + VS
= 220 V. sin ( 60 * + 60 * ) + 220 V sin 60*
= 220 V. sin 120 * + 220 V sin 60 *
= 220 V. ( 1/2. 3^(1/2) + 1/2 . 3^(1/2)
= 220 V . 3^(1/2)
= 381 V atau biasa disebut tegangan 380 V
Untuk frekuensi tegangan arus bolak balik yang biasa dipakai adalah 50 Hz dan 60 Hz, negara Indonesia memakai frekuensi yang 50 Hz
 

2. Perbedaan rumus tegangan listrik E dengan U?

Pada beberapa pelajaran teknik sering kita temukan rumus tegangan listrik dengan satuan Volt sering ditulis dengan huruf E atau U apakah perbedaanya ? 
Jawaban :
Tetapi dalam ilmu kelistrikan memang ada 2 macam pemahaman tegangan, yaitu tegangan catu daya, dan tegangan jepit. Tegangan catu daya adalah tegangan sumber tenaga, bisa drop jika arus naik (tergantung kekuatan sumber tenaga dan tahanan-dalam nya). Sedangkan tegangan jepit adalah beda potensial di antara tahanan. Tegangannya naik jika arus naik.

Untuk listrik AC (bolak-balik), tegangannya berfluktuasi. Nilai tegangan kadang-kadang disebut pada niliai maksimumnya, kadang-kadang disebut pada niliai efektif rata-ratanya / RMS. Hal ini berlaku untuk gelombang sinus. Gelombang persegi (pada alat2 digital), bisanya disebut pada nilai tegangan tertingginya.


3.Rumus Conversi Listrik dari kW ke Ampere?

Jawaban

Watt (W) adalah satuan daya listrik
1kW = 1 kilo Watt = 1000 Watt
sedangkan :
Ampere (A) adalah satuan arus listrik

Dengan kata lain, pertanayaan anda sebenarnya tidak dapat terjawab, karena anda menannyakan konversi dua buah besaran yang berbeda. Sama halnya dengan pertanyaan :
1 meter = ...... kg ?
atau pertanyaan :
1 km = ...... kwintal ?
Konversi satuan hanya dapat kita buat untuk besaran yang sejenis.

Tapi, kita mengenal rumusan : P = V x I
dengan :
P = daya (dalam satuan watt)
V = tegangan (dalam satuan volt)
I = arus listrik (dalam satuan Ampere)

Maka, untuk menjawab pertanyaan anda : 250 kW = ...... Ampere,
anda harus menetukan dulu tegangan listriknya (V)

Jika anda menggunakan listrik AC (dari PLN) ,
maka V = 220 volt - tegangan efektifnya
Jika anda menggunakan listrik DC (dari accu),
maka V = 12 volt - pada umumnya
Tips : sebaiknya kita menentukan dulu hambatan dalam (R) dari komponen listrik yang kita gunakan.




 

 

Rabu, 04 Agustus 2010

INSTALASI LISTRIK ANDA


Bagi para pelanggan yang menginginkan solusi instalasi listrik untuk rumah/ bangunan/ fasilitas lain yang sedang dibangun atau dalam perbaikan, upgrading dan lain-lainnya maka perhatikanlah kiat-kiat dalam instalasi listrik dibawah ini. Adapun kesalahan dalam memilih solusi instalasi listrik anda selain bisa mengakibatkan bahaya bagi keselamatan anda, keluarga dan mitra kerja, juga bisa menimbulkan biaya perbaikan yang besar jumlahnya:

Sebelum kita masuk kedalam tips-tips instalasi listrik, pastikan anda memilih perusahaan instalasi listrik yang tepat yang diakui standarnya, dan tergabung dalam AKLI, AKLINDO, dan PAKLINA:

Daftar Instalatir Resmi PLN Jatim



Dan berikut adalah tips-tips seputar instalasi listrik:
  1. Lakukan pekerjaan instalasi listrik sebelum dinding diplester. Jadi begitu dinding bata terbentuk, instalasi listrik bisa langsung dipasang.
  2. Gunakan pipa paralon. Tujuannya sehingga bila diperlukan pengantian kabel, maka mudah melakukannya. Serta hindari sambungan kabel di dalam pipa. Bila ada sambungan usahakan di atas plafon atau tempat yang bisa dibongkar. Gunakan konektor dengan standar SNI dan bungkus dengan solatip listrik sehingga sambungan aman dari kerusakan yang disebabkan air dan serangga.
  3. Buat titik ground. Minta kepada Biro Teknik Listrik (BTL) yang memasang instalasi untuk menyediakan titik ground. Sehingga bila terjadi korsleting atau spanning, kelebihan arus bisa disalurkan ke bumi. Ground biasanya berupa batang besi (ferit) yang ditanam sedalam 3 meter kedalam tanah, kemudian disambung kabel tembaga.
  4. Tentukan titik lampu. Sangat baik jika titik lampu telah ditentukan jauh-jauh hari. Sehingga pada saat pemasangan instalasi sudah ditentukan banyaknya kabel yang dibutuhkan serta proses penarikkan kabel juga sudah terpola dengan baik. Mengenai lampunya sendiri tentu tak harus dipasang saat itu juga. Bisa dilakukan nanti setelah pengecatan selesai agar lampu tak kotor.
  5. Tentukan titik stop kontak. Tentukan pula titik stop kontak. Bila daerah tersebut kawasan banjir, hindari memasang stop kontak di dinding bagian bawah. Sebaiknya stop kontak ditaruh di bagian atas. Ini juga untuk menghindari tersengatnya putra-putri kita saat bermain.
  6. Pasang stabilizer. Bila dirasa perlu, sediakan sambungan dekat meter untuk dipasang stabilizer atau automated voltage regulator (AVR). Agar bila tegangan tak stabil, tidak terjadi hal-hal yang tidak anda inginkan. Karena seluruh arus yang masuk kedalam rumah sudah melalui AVR terlebih dulu.
  7. Pilih kabel solid. Untuk pemilihan kabel dalam rumah sebaiknya kabel solid, bukan serabut. Kabel jenis ini mengalirkan listrik dengan baik dan meminimalisir kehilangan daya (losses). Ciri kabel ini agak kaku dan bila dibuka tembaganya berupa batang tembaga, bukan serabut tembaga yang dipilin menjadi satu.
  8. Sesuaikan kabel. penggunaan kabel juga patut mempertimbangkan besaran kabel yang sesuai dengan daya yang diinginkan. Untuk hal ini, baiknya anda konsultasikan dengan pihak kontraktor listrik.
  9. Pilih pipa paralon tebal. Sebetulnya semua pipa memiliki kwalitas yang cukup baik. Tapi lebih baik pilih yang agak tebal biar tak mudah rusak.
  10. Pakai LHE (Lampu Hemat Energi). Meski harga belinya sedikit lebih mahal, tapi LHE jauh lebih lebih ekonomis secara jangka panjang. Karena cahanya lebih terang dan usianya pun lebih lama dibanding dengan lampu pijar dan neon.
Sumber : http://www.pln-jatim.co.id/red/?m=news&p=whatsnew-detail&id=1888